AMAN KAN Bisnis Anda Dengan Properti



Di Blog kali ini saya ingin menyampaikan sebuah artikel
menarik buat anda pengalaman dari Guru Bisnis Saya

Anda pasti kenal Purdi E. Chandra ? Pemilik dari Primagama Group.
sebuah perusahaan pendidikan di Indonesia.

Seperti yang pernah saya sampaikan salah satu persamaan orang kaya
adalah PUNYA BISNIS PROPERTI atau PUNYA PROPERTI ini salah satu contohnya...

Saran Beliau :
1.Jika Anda memiliki property sebisa mungkin jangan dijual Tentu saja, kecuali jika kita berbisnis jual-beli Properti.Pasalnya, property yang kita miliki bisa kita gunakan untuk membiayai bisnis lain sekaligus mem-back up kerugian dalam bisnis yang sedang dijalankan.Contoh: Beliau membeli sebuah gedung seharga 4.5 miliar rupiah di Yogyakarta.Selanjutnya dia menggunakan rumah tersebut untuk membuka usaha supermarket dengan investasi sebesar 3 miliar rupiah.Satu tahun berselang, usaha supermarketnya bangkrut dan ditutup.

Pertanyaan apakah rugi?
Benar secara akuntansi, Purdi mengalami kerugian sebesar 3 miliar rupiah,namun nilai gedung yang dia beli setahun sebelumnya sudah naik sebesar 15 miliar rupiah saat dilego. Tidak percaya? itulah nikmatnya memback-up bisnis menggunakan properti.

Kesimpulanya kerugian:
usaha ter-cover oleh kenaikan harga property.Dengan begitu secara bisnis,dia tidak mengalami kerugian.

Lebih lanjut, bos primagama ini menjelaskan bahwa property yang kita miliki juga bisa dimanfaatkan untuk modal usaha, bahkan dapat diambil uangnya setiap tahun.

Wah, tentu sangat asyik, bukan? Begini ceritanya Saat masih merintis usahanya.Purdi membeli rumah dengan luas tanah 400 m2 dengan luas bangunan 180 m2 seharga 67 juta rupiah.Untuk membiayai pembelian ini, dia mendapat KPR dari Bank Papan sebesar 50 juta rupiah. Tahun berikutnya, dia mengagunkan rumah tersebut ke Bank BTN.

Dia mengatakan bahwa dia membutuhkan modal untuk mengembangkan Primagama dan masih punya hutang di Bank Papan dengan agunan rumah.

Dia meminta petugas bank untuk melakukan penilaian jika rumah tersebut diagunkan ke Bank BTN. Maksudnya, dia ingin mengetahui besaran kredit yang ia dapatkan dari Bank BTN.

Setelah dilakukan penilaian,ternyata Bank BTN berani mengucurkan kredit sebesar 150 juta rupiah.

Dengan uang 150 juta rupiah dari bank BTN tersebut.Purdi melunasi sisa cicilan hutang di bank Papan dan sisanya digunakan sebagai modal untuk membuka cabang Primagama.

Tahun berikutnya, dengan metode yang sama, Purdi mengambil pinjaman dari Bank Exim sebesar 250 juta rupiah.Dengan uang sisa itu. Diamengembalikan pinjaman bank BTN dan menggunakan sisanya untuk membuka cabang Primagama.

Selanjutnya, Bank BRI memberikan pinjaman sebesar 350 juta rupiah dan terakhir bank BNI mengucurkan kredit sebesar 600 juta rupiah Sekarang setelah 14 tahun berselang, harga rumah Purdi senilai 67 juta rupiah dengan luas 180 m2 sudah menjadi 1 milliar rupiah dan mengalami renovasi sehingga luas bangunannya menjadi 350 m2.

Mungkin anda bertanya "Itu kan namanya gali lubang tutup lubang?" Purdi menjawab: "Saya tidak gali lubang tutup lubang, tapi lubangnya saya buat besar supaya saya bisa berenang di dalamnya, kalau lubangnya kecil bisa membuat saya tersandung"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar